Desk penawaran kapal dan docking+62 811-3941-4563 ยท bd@juaraholding.com
Galangan Kapal
Menu

Perusahaan galangan kapal Indonesia: jumlah, kapasitas, utilisasi, dan kebutuhan kapal

Di halaman ini
  1. Berapa jumlah perusahaan galangan kapal di Indonesia?
  2. Seberapa besar kapasitas galangan nasional?
  3. Seberapa terpakai kapasitas galangan?
  4. Siapa yang membutuhkan kapal baru dan docking?
  5. Apa beda galangan kapal BUMN dan swasta?
  6. Dari mana data industri galangan berasal?
  7. Kapan waktu yang tepat bagi pemilik kapal untuk membangun baru?
  8. Pertanyaan apa yang sering muncul tentang perusahaan galangan kapal?
  9. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  10. Bagaimana cara menghubungi desk Galangan Kapal?

Oleh Galangan Kapal Editorial Desk

Perusahaan galangan kapal Indonesia berjumlah 250 menurut Kemenperin, atau sekitar 342 di 29 provinsi menurut data Kemenperin yang dikutip Kompas. Kapasitas nasional sekitar 1 juta DWT bangun baru dan hingga 12 juta DWT reparasi per tahun. Kemenhub memproyeksikan kebutuhan sekitar 15.105 kapal sampai 2029. Angka ini perlu dibaca dengan sumbernya.

Data galangan Indonesia sering dikutip tanpa konteks, sehingga mudah disalahpahami. Artikel ini membahas industri secara nasional: berapa banyak pelakunya, seberapa besar kapasitasnya, seberapa terpakai, dan siapa yang membutuhkan kapal. Untuk peta wilayah dan fasilitas, baca daftar wilayah galangan Indonesia.

Berapa jumlah perusahaan galangan kapal di Indonesia?

Ada dua angka yang sama-sama berakar pada Kemenperin. Kami menuliskan keduanya, karena tidak ada satu angka mutlak dalam sumber yang kami baca.

Berapa jumlah perusahaan galangan kapal di Indonesia?
AngkaSumberCakupan yang disebut
250 perusahaanKemenperin, 2026Perusahaan galangan kapal di Indonesia
Sekitar 342 perusahaanData Kemenperin yang dikutip Kompas29 provinsi, lebih dari 70 kabupaten dan kota

Artikel Kemenperin dan artikel Kompas tidak menjelaskan mengapa angkanya berbeda dalam cuplikan yang kami baca. Kemungkinannya perbedaan definisi atau periode pendataan, tetapi itu dugaan kami dan belum terverifikasi. Saat mengutip, sebutkan sumber dan tahunnya. Jangan menggabungkan atau merata-ratakan keduanya.

Kami juga belum punya daftar resmi nama per nama. Bila Anda melihat situs yang mengklaim memuat seluruh perusahaan, periksa dari mana datanya diperoleh dan kapan terakhir diperbarui.

Seberapa besar kapasitas galangan nasional?

Kapasitas dinyatakan dengan berbagai satuan, dan tiap satuan menjawab pertanyaan berbeda. Tabel berikut menyajikan angka yang kami temukan.

Seberapa besar kapasitas galangan nasional?
UkuranAngkaSumber
Bangun baruSekitar 1 juta DWT per tahunKemenperin
ReparasiHingga 12 juta DWT per tahunKemenperin
Bangun baru, unitHingga 1.200 unit per tahunKompas
Reparasi, dock space34.680 unit per tahunKompas
Perkiraan Iperindo1.200 kapal di bawah 5.000 GT, 100 kapal di atasnya, reparasi hingga 36.000 kapal per tahunBisnis Indonesia

Jangan langsung membandingkan DWT dengan unit. Bisnis Indonesia mengutip perkiraan Iperindo dalam satuan yang berbeda dari Kemenperin, dan metodologinya tidak kami ketahui. DWT menurut IMO adalah selisih displacement pada sarat musim panas dan berat kosong, bukan jumlah kapal. Kemenperin juga menyebut graving dock terbesar nasional 150.000 DWT tanpa menyebut pemiliknya, sehingga kami tidak menempelkan nama. Rincian fasilitas per perusahaan ada di galangan kapal terbesar di Indonesia.

Seberapa terpakai kapasitas galangan?

Kompas mengutip data industri: utilisasi reparasi di kisaran 75 sampai 80 persen, dan pembangunan kapal baru di kisaran 35 sampai 40 persen. Sumber yang sama menegaskan kedua angka itu tidak boleh dijumlahkan menjadi utilisasi fasilitas secara langsung.

Artinya, dok reparasi relatif penuh, sedangkan ruang untuk bangun baru lebih longgar. Kompas juga menyebut utilisasi 30 persen untuk kapasitas 1.200 unit, serta 45 persen dari alokasi 75 persen untuk dock space. Konteks pengukuran angka-angka itu perlu dibaca di artikel aslinya, karena angkanya berbeda dari kisaran sebelumnya.

Bagi pemilik kapal, implikasinya praktis. Pesan slot docking lebih awal, karena antrean mungkin terjadi. Untuk bangun baru, ruang tawar soal jadwal bisa lebih baik, tetapi itu perlu dibuktikan pada galangan yang spesifik. Kapasitas nasional tidak menunjukkan keadaan satu perusahaan.

Siapa yang membutuhkan kapal baru dan docking?

Berita resmi Kemenhub Oktober 2026 memberikan gambaran permintaan yang cukup rinci.

  • Armada saat ini. 6.178 kapal penumpang dan 52.788 kapal barang.
  • Kebutuhan sampai 2029. Sekitar 15.105 unit kapal.
  • Yang sudah dibangun. Sekitar 5.492 unit pada 2024 sampai September 2026.
  • Kekurangan. Sekitar 9.613 unit.
  • Usia armada. ASDP 142 kapal dengan rata-rata sekitar 30 tahun, PELNI 26 kapal dengan rata-rata sekitar 32 tahun.

Jumlah armada 2026 ini tidak bisa langsung dibandingkan dengan laporan tahunan lama, karena definisinya mungkin berbeda. Hubla juga mencatat kapal berbendera Indonesia menyumbang 37 persen kapal ekspor-impor pada 2017 sampai 2022. Hubungannya dengan asas cabotage kami bahas tersendiri.

Kami belum memiliki studi yang menghitung berapa bagian kebutuhan ini akan dibangun di galangan dalam negeri. Jadi angka 15.105 sebaiknya dibaca sebagai isyarat permintaan, bukan pesanan yang sudah pasti. Kasus pembangunan kapal besar 2024 sampai 2026 per perusahaan juga belum kami verifikasi.

Apa beda galangan kapal BUMN dan swasta?

Laporan Kementerian BUMN mencatat PT PAL, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, dan PT Industri Kapal Indonesia dalam portofolionya. PT PAL berada di Surabaya, dan PT IKI di Makassar dengan aktivitas di Bitung. Struktur kepemilikan dapat berubah, sehingga cek laporan terbaru sebelum mengutip.

Di luar itu, swasta tampak dalam data fasilitas, seperti PaxOcean dan Batamec di Batam, walaupun kepemilikannya tidak kami telusuri. Kami tidak punya data pembagian pekerjaan atau pangsa pasar antara BUMN dan swasta. Karena itu kami tidak menulis bahwa satu kelompok mengerjakan jenis kapal tertentu.

Pengurusan izin dan kode usaha berlaku bagi keduanya, seperti kami jelaskan di penjelasan KBLI galangan kapal. Saat menjalin kerja sama atau memesan kapal, periksa kemampuan perusahaan, bukan status kepemilikannya.

Dari mana data industri galangan berasal?

Tiga lembaga paling sering dikutip, dan masing-masing punya sudut pandang.

  1. Kemenperin. Kapasitas industri, SDM, dan pelaporan lewat SIINas.
  2. Kemenhub. Armada, kebutuhan kapal, dan aturan pelayaran.
  3. Iperindo. Perkiraan asosiasi yang dikutip media. Data organisasinya belum kami verifikasi.

Bila angka dari lembaga berbeda tidak cocok, jangan langsung menganggap salah satunya keliru. Periksa satuan, tahun, dan apa yang dihitung. Kebiasaan ini akan menghindarkan Anda dari kesimpulan yang salah saat menyusun studi kelayakan.

Kapan waktu yang tepat bagi pemilik kapal untuk membangun baru?

Tidak ada waktu yang bisa kami sebut terbaik secara umum. Data utilisasi di atas menyiratkan kapasitas bangun baru belum penuh secara nasional, tetapi itu tidak menjamin galangan tertentu punya ruang pada ukuran kapal Anda. Hitung juga kenaikan harga material dan kurs, yang tidak kami miliki datanya.

Langkah yang lebih masuk akal adalah meminta penawaran dari beberapa galangan dengan spesifikasi sama, lalu membandingkan jadwal dan isi harga. Lihat cara menilainya di tips memilih galangan kapal. Pelaku yang ingin memahami pekerjaan di industri ini bisa membaca halaman pembuat kapal.

Bagi penyusun studi kelayakan, catat tanggal setiap angka yang dipakai. Data industri ini bergerak, dan angka Oktober 2026 dari Kemenhub bisa berbeda dari laporan lain pada tahun yang sama. Menyebut sumber dan tanggal membuat analisis Anda lebih mudah diperiksa oleh pemberi pinjaman atau rekan usaha. Bila masih ragu, tampilkan rentangnya dan sebutkan alasannya dengan jelas.

Pertanyaan apa yang sering muncul tentang perusahaan galangan kapal?

Ada berapa galangan kapal di Indonesia?

Kemenperin menyebut 250 perusahaan, sedangkan data Kemenperin yang dikutip Kompas menyebut sekitar 342 di 29 provinsi. Kutip keduanya dengan sumbernya, karena dasar perbedaannya belum kami verifikasi.

Apa saja galangan kapal BUMN?

Laporan Kementerian BUMN mencatat PT PAL, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, dan PT Industri Kapal Indonesia. Cek laporan terbaru karena struktur dapat berubah.

Di mana daftar perusahaan galangan kapal Indonesia?

Kami belum menemukan daftar resmi nama per nama. Gunakan basis data fasilitas, situs perusahaan, dan pelaporan Kemenperin sebagai titik awal, lalu verifikasi satu per satu.

Apakah galangan kapal Indonesia kekurangan kapasitas?

Data yang dikutip Kompas menunjukkan reparasi di kisaran 75 sampai 80 persen dan bangun baru 35 sampai 40 persen. Secara nasional bangun baru lebih longgar, tetapi kondisi per perusahaan berbeda.

Berapa kebutuhan kapal Indonesia sampai 2029?

Kemenhub menyebut sekitar 15.105 unit, dengan sekitar 5.492 unit tercatat dibangun pada 2024 sampai September 2026, sehingga kekurangannya sekitar 9.613 unit.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Fakta berasal dari riset Oktober sampai November 2026. Tautan di bawah disediakan agar Anda bisa memeriksanya sendiri. Peraturan dan fasilitas dapat berubah, jadi cek versi terbaru sebelum mengambil keputusan.

Bagaimana cara menghubungi desk Galangan Kapal?

Galangan Kapal adalah brand maritim spesialis di bawah Juara Holding Group dan bukan lembaga data resmi. Merencanakan kapal baru atau docking? Kirim spesifikasi Anda untuk meminta penawaran.

Punya spesifikasi kapal?

Kirim jenis kapal, ukuran, dan pekerjaannya. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.

Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com